Washington (KABARIN) - Militer Amerika Serikat kembali menunjukkan ketegasannya di tengah tensi geopolitik yang memanas. Sebuah kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat saat mencoba menerobos blokade laut AS di Teluk Oman, Minggu (19/4).
Aksi pencegatan ini dikonfirmasi langsung oleh CENTCOM atau Komando Pusat AS.
"Pasukan AS yang beroperasi di Laut Arab memberlakukan tindakan blokade angkatan laut terhadap kapal kargo berbendera Iran, yang mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran pada 19 April," menurut CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Menurut keterangan resmi, kapal Touska sebenarnya sudah mendapat beberapa kali peringatan karena melanggar blokade. Namun, kapal tersebut tidak mengindahkan peringatan yang diberikan selama berjam-jam.
"Setelah awak kapal Touska gagal mematuhi peringatan berulang selama enam jam, (kapal perusak rudal) USS Spruance memerintahkan kapal tersebut untuk mengevakuasi ruang mesinnya. Spruance pun melumpuhkan mesin penggerak Touska dengan menembakkan beberapa peluru sebesar 5 inci dari meriam MK 45 ke ruang mesin Touska," lanjut pernyataan tersebut.
Setelah mesin kapal dilumpuhkan, pasukan Angkatan Laut AS langsung naik ke atas kapal dan mengambil alih kendali. Hingga kini, Touska berada di bawah kontrol penuh militer AS.
CENTCOM juga mengungkapkan bahwa sejak blokade diberlakukan, setidaknya sudah ada 25 kapal komersial yang dipaksa berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga sempat mengungkap insiden ini lewat akun Truth Social miliknya. Ia menegaskan bahwa kapal Touska mencoba menembus blokade, namun gagal.
"Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama Touska, dengan panjang hampir 900 kaki dan berat hampir sama dengan kapal induk, mencoba melewati blokade Angkatan Laut kami; dan itu tidak berjalan baik bagi mereka. Kapal perusak rudal terarah milik Angkatan Laut AS, USS Spruance, mencegat Touska di Teluk Oman," kata Trump.
Trump juga menambahkan bahwa kapal tersebut sempat diperintahkan untuk berhenti, tetapi tidak dipatuhi.
"Saat ini, marinir AS memegang kendali atas kapal tersebut. Touska berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal mereka sebelumnya. Kami memegang kendali penuh atas kapal tersebut dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya," ujar Trump.
Insiden ini terjadi di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda antara AS dan Iran. Pada 28 Februari lalu, AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Meski sempat ada gencatan senjata selama dua pekan sejak 8 April dan dilanjutkan dengan negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada 11 April, pembicaraan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.
Sampai sekarang, belum ada pengumuman resmi soal dimulainya kembali perang terbuka. Namun, langkah AS yang mulai memblokade pelabuhan Iran menunjukkan situasi masih jauh dari stabil. Para mediator internasional pun masih berusaha membuka jalan untuk negosiasi lanjutan agar konflik tidak semakin melebar.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026